Perkuat Tata Kelola Anggaran, Desa Belo Targetkan Jadi Desa Wisata pada 2026
Kabupaten Bima NTB – Pemerintah Desa Belo, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, menggelar kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengelola Keuangan Desa Tahun Anggaran 2025. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kabupaten Bima, Kamaruddin, S.Sos.
Turut hadir mendampingi Kadis DPMDes yakni Kepala Bidang Pemdes, Kepala Desa Belo Akhmad Fansury, serta Bhabinkamtibmas Desa Belo, I Komang Sika, SH.ketia BPD Desa Belo Dan Anggota.
Visi Desa Wisata dan Ekonomi Rakyat
Dalam sambutannya, Kepala Desa Belo, Akhmad Fansury, mengungkapkan visi besar untuk masa depan desa. Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas keuangan ini merupakan fondasi untuk menyongsong rencana besar di tahun mendatang.
“Target kita adalah menjadikan Desa Belo sebagai Desa Wisata. Ini adalah konsep awal yang akan kita genjot pembangunannya pada tahun 2026 nanti dengan mengoptimalkan Dana Desa. Fokus kita bukan hanya membangun fisik, tapi bagaimana ekonomi rakyat bisa ikut meningkat melalui sektor wisata ini,” ujar Akhmad Fansury.
Penekanan pada Tupoksi dan Pengawasan
Kepala Dinas DPMDes Kabupaten Bima, Kamaruddin, S.Sos, yang hadir sebagai narasumber utama, memberikan arahan spesifik terkait manajerial desa. Beliau menekankan pentingnya setiap aparat desa untuk memahami Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) masing-masing agar roda pemerintahan desa berjalan selaras.
“Aparat desa harus tahu tupoksi di bidangnya masing-masing. Jangan sampai tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas,” tegas Kamaruddin.
Lebih lanjut, ia memberikan catatan khusus bagi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) selaku mitra pemerintah desa. Kamaruddin meminta BPD untuk menjalankan fungsi pengawasan secara ketat dan objektif terhadap setiap pembangunan yang ada.
“BPD harus betul-betul mengawasi. Ada hal penting yang perlu diingat: pembangunan jangan hanya fokus pada fisik saja. Keuangan desa harus diarahkan secara tepat untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat desa secara luas,” tambahnya.
Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan pengelola keuangan desa yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel, sehingga rencana pembangunan Desa Wisata Belo di tahun 2026 dapat terealisasi dengan baik demi kesejahteraan warga.(Dhani).
