Nenek di Ntonggu Pilah Sisa Padi di Tengah Puing Kebakaran
Kabupaten Bima, NTB – Jum’at, 29 Agustus 2025 – Pemandangan haru terlihat di Desa Ntonggu, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Seorang nenek tampak dengan sabar memilah dan mengumpulkan sisa padi pasca kebakaran hebat yang melanda permukiman warga pada akhir Agustus lalu.
Di tengah hamparan sekam hitam dan puing rumah yang hangus terbakar, sang nenek berusaha menyelamatkan butiran padi yang masih bisa dipungut. Hasil temuannya ia masukkan ke dalam karung besar—sebuah upaya sederhana untuk bertahan hidup di tengah musibah yang telah meluluhlantakkan desa mereka.
Kondisi Pasca Kebakaran
Kebakaran yang terjadi pada 26 Agustus 2025 menghanguskan sedikitnya sembilan rumah warga di Desa Ntonggu, sebagian besar berupa rumah panggung tradisional. Api yang diduga berasal dari korsleting listrik dengan cepat menjalar, sehingga warga hanya mampu menyelamatkan barang seadanya.
Kerugian akibat musibah tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, dengan banyak keluarga kehilangan tempat tinggal, perabot, serta hasil panen yang belum sempat dinikmati.
Perjuangan Menyelamatkan Panen
Bagi warga desa, padi bukan sekadar hasil panen, melainkan sumber utama pangan keluarga. Tak heran jika di tengah reruntuhan, sejumlah warga terlihat masih berupaya menyelamatkan sisa padi. Butiran yang gosong sebagian tetap dipungut, setidaknya bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau cadangan kebutuhan sehari-hari.
Solidaritas dan Bantuan
Musibah kebakaran di Ntonggu memantik simpati banyak pihak. Bantuan dari pemerintah daerah, relawan, hingga tokoh masyarakat mulai berdatangan untuk meringankan beban korban.
Namun, perjuangan warga seperti nenek yang memungut sisa padi itu menjadi simbol keteguhan hati masyarakat Ntonggu: meski kehilangan banyak hal, mereka tetap berjuang untuk bangkit dan memulai kembali kehidupan.
Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait, terutama dalam pemulihan kebutuhan pokok serta penyediaan hunian sementara, agar kehidupan mereka bisa kembali berjalan normal.
(Tim Redaksi)
