Eksplorasi Ilmiah Sisi Psikologis Korban Kekerasan, Mahasiswa UNHM Kupas Tuntas Peran Mekanisme Koping di Puskesmas Palibelo
Kabupaten Bima NTB — Isu kekerasan terhadap perempuan kembali mendapat sorotan akademis mendalam melalui penelitian terbaru yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Palibelo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Penelitian yang mengangkat variabel self esteem, fear of retaliation, serta mekanisme koping ini berhasil merampungkan Uji Laik Etik dan resmi lulus sidang skripsi pada 11 Agustus 2026.
Karya ilmiah tersebut disusun oleh seorang mahasiswa Universitas Noor Huda Mustofa (UNHM) dengan inisial NA atau yang kerap disapa NurH. Dalam proses akademisnya, penelitian ini dibimbing langsung oleh Bdn. Dian Eka Januriwasti, S.SiT, M.Kes, serta diuji oleh tim penguji yang terdiri dari Bdn. Alis Nurdiana, S.SiT, M.Kes dan Bdn. Dwi Wahyuning Tyas, S.SiT, M.PH.
Kepala Puskesmas Palibelo, Bdn. Dewi Asnah, S.Tr.Keb, memberikan dukungan penuh terhadap pemanfaatan data kesehatan dan sosial di fasilitas kesehatan yang dipimpinnya. Berdasarkan data yang dihimpun, angka kejadian ini bersumber dari perempuan korban kekerasan di wilayah kerja Puskesmas Palibelo periode Januari hingga Juli 2026 dengan melibatkan 10 orang responden sebagai sampel penelitian.
Hasil investigasi mendalam dalam skripsi tersebut menunjukkan bahwa seluruh responden (100 persen) mengalami penurunan harga diri (self esteem menurun) serta dibayangi ketakutan luar biasa akan keberlanjutan teror (fear of retaliation). Korban juga kerap menghadapi tekanan psikologis dan ancaman langsung dari pihak pelaku.
Dampak dari tekanan psikis dan intimidasi tersebut berimbas langsung pada keberanian korban dalam mengakses keadilan. Sebanyak 70 persen korban memilih bungkam dan tidak berani mencari perlindungan maupun bantuan hukum. Sementara itu, hanya 30 persen korban yang memiliki keberanian untuk mencari pendampingan dan perlindungan resmi.
Kendati demikian, temuan positif terungkap pada aspek ketahanan mental korban. Seluruh sampel penelitian terbukti mengaplikasikan mekanisme koping positif guna meredam tingkat stres dan potensi depresi berat akibat trauma yang dialami. Berbagai bentuk koping adaptif tersebut meliputi aktivitas produktif seperti berdagang, memperdalam ibadah dengan mengaji dan berdoa, menyalurkan ekspresi lewat menulis pantun, hingga menjaga intensitas interaksi sosial yang sehat dengan lingkungan sekitar.
Melalui penelitian ini, sivitas akademika UNHM berharap instansi terkait, tenaga kesehatan, serta lembaga perlindungan perempuan dapat memperkuat jejaring pendampingan psikososial dan hukum, khususnya bagi korban di tingkat layanan kesehatan dasar seperti Puskesmas Palibelo.(Red)
