Menakar Wajah Wisata Bima: Pantai Kalaki yang Meredup dan Harapan di Lewa Mori
1 0
3 mins read

Menakar Wajah Wisata Bima: Pantai Kalaki yang Meredup dan Harapan di Lewa Mori

1 0
Read Time:2 Minute, 12 Second

Penulis : Che G Ramdhani (Mahasiswa UMB Bima NTB).

Pariwisata di Kabupaten Bima saat ini tengah berada dalam persimpangan jalan yang menarik untuk disoroti. Ada sebuah kontras tajam yang tertangkap mata: di satu sisi, **Pantai Kalaki** yang legendaris seolah kehilangan pendarannya, sementara di sisi lain,

Spot Lewa Mori, muncul sebagai primadona baru yang menjanjikan cahaya terang bagi ekonomi kreatif lokal, Lewa Mori dengan Jejak Sejarah Masa Lampau memberikan makna tersendiri dimata masyarakat Bima, Kini ditangan dingin Kades Belo Akhmad Fansuri mengintip ruang eksklusif dalam pengembangan wisata laut yang lebih eksotik dengan menghadirkan puluhan UMKM dan Spot Foto serta wisata air.

Kalaki: Legenda yang Membutuhkan Sentuhan Ulang

Pantai Kalaki sudah lama menjadi ikon rekreasi bagi warga Bima dan sekitarnya. Namun, harus diakui bahwa belakangan ini pesonanya kian **meredup**. Penurunan ini bukan karena alamnya yang tidak lagi indah, melainkan lebih kepada tantangan manajemen dan pemeliharaan fasilitas.
Beberapa poin kritis yang membuat Kalaki terasa jalan di tempat antara lain:

Kejenuhan Fasilitas: Minimnya inovasi wahana atau spot baru membuat pengunjung mulai merasa bosan.

Masalah Kebersihan & Penataan: Penataan pedagang kaki lima dan manajemen sampah yang belum optimal mengurangi kenyamanan estetika pantai.

Persaingan Destinasi: Munculnya titik-titik wisata baru yang lebih “Instagrammable” membuat perhatian wisatawan teralihkan.
Meredupnya Kalaki seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah daerah dan pengelola untuk melakukan revitalisasi total, bukan sekadar pembersihan rutin, melainkan pembaruan konsep wisata yang lebih modern.

Lewa Mori: Simbol Kebangkitan Wisata Baru
Berbanding terbalik dengan Kalaki, “Lewa Mori” kini tengah mencuri perhatian publik. Keberadaannya membawa angin segar dan menjadi bukti bahwa Bima memiliki potensi “hidden gem” yang luar biasa.

Mengapa Lewa Mori begitu cepat bersinar?
Visual yang Menjual: Dengan lanskap perbukitan yang bertemu langsung dengan garis pantai, Lewa Mori menawarkan sudut pandang (POV) yang sangat dicari oleh generasi digital saat ini.

Efek Event Internasional:** Dekatnya akses Bandara dan promosi yang bersinggungan dengan pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional membuat Lewa Mori memiliki nilai tawar tinggi di mata investor dan pelancong luar daerah.

Harapan Baru Ekonomi: “Bersinarnya” Lewa Mori bukan hanya soal foto bagus, tapi juga soal terbukanya lapangan kerja baru bagi pemuda desa Belo di sekitarnya.

Harmonisasi, Bukan Kompetisi
Kita tidak boleh membiarkan Kalaki benar-benar padam, namun kita juga harus mendukung penuh Lewa Mori agar tetap bersinar secara berkelanjutan (sustainable).
Tantangan ke depan adalah bagaimana pemerintah daerah mampu mengintegrasikan kedua spot ini. Kalaki bisa diposisikan sebagai pusat wisata keluarga dan edukasi dengan fasilitas yang diperbaiki, sementara Lewa Mori dikembangkan sebagai wisata eksklusif dan petualangan.
Jika penataan dilakukan dengan hati dan strategi yang tepat, maka tidak akan ada lagi istilah “yang satu redup agar yang lain bersinar”. Sebaliknya, keduanya akan menjadi dua bintang utama yang menerangi wajah pariwisata Dana Mbojo di kancah nasional.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *